Blog kumpulan berita unik, lucu dan aneh di sini tempatnya. Apalagi? Tip-tip berguna yang disampaikan secara santai dan kocak, termasuk plesetan? Cerita hantu konyol? Monggo mas, monggo mbak ...
Showing posts with label presiden jokowi. Show all posts
Showing posts with label presiden jokowi. Show all posts

Wednesday, May 20, 2015

9 Perempuan Anggota Pansel KPK dan Jokowi

Seperti diberitakan Presiden Joko Widodo telah membentuk Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis (21/5/2015). Pansel terdiri dari sembilan orang anggota dari berbagai latar belakang. Sembilan orang yang ditunjuk Jokowi semuanya perempuan.

Ke-9 orang perempuan itu adalah:

1. Destri Damayanti, ahli ekonomi keuangan dan moneter (Ketua merangkap anggota)
2. Enny Nurbaningsih, pakar hukum tata negara (Wakil Ketua merangkap anggota)
3. Harkristuti Harkrinsowo, pakar pidana hukum dan HAM
4. Betty Alisjahbana, ahli TI dan manajemen
5. Yenti Garnasih, ahli hukum pidana, ekonomi, dan pencucian
6. Supra Wimbarti, ahli psikologi SDM dan pendidikan
7. Natalia Subagyo, ahli tata kelola pemerintahan dan reformasi birokrasi
8. Diani Sadiawati, ahlli hukum dan perundang-undangan
9. Meuthia Ganie Rochman, ahli sosiologi

Kenapa Jokowi lebih memilih kaum hawa ini sebagai badan strategis yang menjadi tumpuan harapan masyarakat? Jokowi hanya berharap pansel ini dapat menghasilkan komisioner KPK yang berintegritas untuk menggantikan komisioner yang akan segera mengakhiri masa tugasnya pada akhir 2015 mendatang.

Dan kenapa Jokowi tidak menjawab pertanyaan wartawan mengapa semua yang dipilih berjenis kelamin perempuan itu adalah hak preogratifnya sebagai seorang presiden.

Jangan ente mengira-ngira, misalnya. Karena ...
  • Wanita dijajah pria sejak dulu, dijadikan perhiasan sangkar madu
  • Surga ada di telapan kaki ibu
  • Wanita adalah tiang negara
  • No woman no cry
Jadi jangan sampai ente yang oportunitis dan ingin menjadi Anggota Pansel KPK merengek-rengek pula setelah membaca postingan ini. Kita tunggu saja kelanjutan cerita bangsa ini

Seusai memberikan pernyataan kepada pers, Jokowi langsung berjalan menuju pesawat kepresidenan untuk bertolak ke Malang. Ke-9 Perempuan Anggota Pansel KPK itu tak ada satu pun yang memaksa ikut dengannya. Itu sama sekali amat sangat tidak super duper lucu.

Saturday, May 16, 2015

Megawati Tidak Hadir Di Jambore Relawan Jokowi Bukan Karena INI

Menurut rumor ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tak akan hadir dalam kegiatan Jambore Komunitas Juang Relawan Jokowi. Kegiatan yang dilangsungkan selama tiga hari ini dilaksanakan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Itu bukan dikarenakan beliau sedang mengurus arisan ibu-ibu di tempat tinggalnya atau mengusulkan pengadaan gardu siskamling baru. Bukan. Itu sama sekali tidak betul!

Bukan pula sedang berada di Pekanbaru makan ikan patin bersama penduduk miskin di sana, Mega tidak hadir karena sedang berada di Bali. Dan mengenai ini bukan urusan ente. Ente tidak perlu pergi ke Bali dan jalan-jalan kesana kalau tidak punya uang. Mending nimbrung bersama relawan Jokowi. Pantauan di lokasi, ribuan relawan tampak memadati salah satu lapangan yang terdapat di kompleks Buperta tersebut.

Nah, sebagai informasi lebih lanjut, kelompok relawan yang hadir di antaranya berasal dari Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP), Relawan Merah Putih, Sekretariat Bersama, Kebangkitan Indonesia Baru, Kawan Jokowi dan Pospera.

Kesibukan Jokowi sebagai Presiden membuat dia tak dapat secara bebas menemui para relawan untuk menyerap pemikiran mereka.

Nah, sudah tahu kan, Megawati tidak bisa hadir di acara Jambore bersama relawan Jokowi selain karena beliau sedang berada di Bali, bukan juga karena:

  1. Kehabisan bensin
  2. Kehabisan pulsa
  3. Kehabisan makanan

Itu sama sekali tidak benar, dan sangat mengada-ada. Tidak pula patut dipercaya sebagai informasi lebih lanjut, bahwa kelompok relawan yang hadir di antaranya tidak hanya berasal dari Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP), Relawan Merah Putih, Sekretariat Bersama, Kebangkitan Indonesia Baru, Kawan Jokowi dan Pospera termasuk juga para Superhero seperti Iron Man, Wonder Woman maupun Ksatria Baja Ungu. Itu sungguh kekanak-kanakan.

Tidak juga karena kesibukan Jokowi sebagai Presiden membuat Megawati tak dapat secara bebas menemuinya untuk diskusi masalah siskamling baru atau pun mulai arisan baru ibu-ibu. Itu sungguh mengada-ada.

Saturday, May 2, 2015

Seharusnya Jokowi Bukan Presiden Boneka

Wajar sebagian masyarakat terutama yang anti padanya bilang Jokowi itu presiden boneka. Entah dia itu Pinokio, Si Unyil, Barbie Doll dsb. Kenapa? Pertama dia bukan pemimpin partai. Dia tidak punya kekuatan yang super duper untuk memimpin negeri, kedua, konsekuensi dari itu, dia harus rela menjadi petugas partai oleh partai pengusungnya yaitu PDI Perjuangan.

Hal yang lebih menjelaskan posisinya sebagai petugas partai, yaitu jika Megawati bilang A--dan meskipun kebetulan berseberangan dengan opini publik--dia harus bilang A, meskipun hati kecilnya yang merakyat mengatakan B, C dan seterusnya.Jokowi sebenarnya bukan presiden boneka jika dia mau, tapi risikonya besar. Dia ragu menciptakan sejarah menjadi orang kuat, meskipun didukung mayoritas rakyat Indonesia. Budaya kita adalah budaya santun, dia tidak ingin kita terpecah belah, meskipun untuk suatu perubahaan besar perlu pengorbanan.

jokowi presiden bonekaKelihatan sekarang, KPK dipecundangi, polisi lebih bebas "berkreasi", dan Jokowi seakan tidak berkutik, hanya menampakkan emosi tanpa aksi. Jokowi yang sudah resmi jadi presiden seakan tidak memanfaatkan kekuasaan itu untuk perubahaan yang diinginkan masyarakat. Padahal kalau mau dia bisa. Inilah konsestan adu nyali yang lebih mengerikan daripada menunggu tempat kramat dari jam 11 malam hingga subuh.

Jokowi presiden Indonesia, boneka yang galau yang terlalu berani berisiko dan terjebak dalam sistem, ironisnya kini malah berhadapan dengan banyak boneka. Mereka ada disegala lini kekuasaan dan sudah mendarah daging di sana. Para oportunitis yang mementingkan diri sendiri dan penggemar ABS dan AIS (Asal Bapak Senang dan Asal Ibu Senang). Orang-orang pintar yang banyak di teori di acara Talk Show Tivi dan suka memutar-mutar fakta menghabiskan banyak biaya dibanding di Arab sana yang langsung memotong tangan maling dan memenggal kepala pembunuh--bahasa halusnya adalah pengedar narkoba dan koruptor.

Jadi sekedar saran yang sama sekali bukan aneh gila, Pak Jokowi, sebagai seorang yang seharusnya bukan presiden boneka, Bapak perlu kembali lagi flashback ke panggung di Monas berorasi sebagai "orang kuat", atau pada saat Bapak di arak menuju Monas atau pada saat berjumpa dengan para sukarelawan dan rakyat yang kekuatannya itu melebihi kekuatan para elit dan status quo yang hanya memikirkan bagaimana menyelematkan assetnya. Saat itu segenap impian dan harapan masyarakat tertuju pada Anda. Jangan biarkan  kodok, kutu dan kecoa, dan terutama tikus dan buaya
bilang, "Wani Piro?"

Thursday, April 30, 2015

Kenapa Anak Jokowi Sombong?

Kenapa anak jokowi Gibran Rakabumi sombong? Adakah penelitian lebih dalam yang mengulas tentang hal ini" Yang pasti ini adalah berita yang pernah diumbar di media massa dan mungkin masih berlangsung hingga saat ini. Dan ini tidak ada hubungannya dengan harga BBM yang goyang dombret, tarik tulur sebentar-sebentar.

anak jokowi sombong
Ga ada yang sempurna di dunia,
maklumin aja ya ...
Ya, kita perlu tahu dulu definisi yang sebenarnya, karena bisa jadi kita juga masuk dalam sikap yang ditunjukkan Gibran bin Jokowi dan kita gusar kalau ada orang yang mengusik privasi kita, yo ra son? Sombong atau istilah bahasa Arabnya Al-Bathar, dalam kamus Lisan Al Arab dikatakan, bahwa arti dari kata Bathar sama dengan Tabakhtur (takabur). Ada juga yang mengatakan arti sombong di kala mendapat nikmat atau sombong karena kaya. Orang yang sombong berarti tidak mensyukuri nikmat yang dianugerahkan kepadanya. Nah, apakah anak jokowi memperlihatkan kesan ini? Aduh, kenapa jadi gibah sih dan kita suka sekali mengorek-ngorek aib orang?

Jadi ceritanya begini nih, suatu hari di akhir jaman, di ibukota Indonesia, Jakarta, si Gribran Rakabumi yang ayahnya: Jokowi, kebetulan menjadi Presiden Indonesia dianggap tak bersikap sopan saat menghadiri pelantikan sang ayah. Mulai dari gaya rambut yang ditata mowhawk dan terkesan tidak formal, hingga ucapannya yang protes menanggapi pertanyaan awak media. Jadi inilah yang disebut sombong. Kayaknya sih kurang tepat istilah sombong di sini. Mungkin gusar, karena demam panggung, atau kurang nyaman karena ayahnya sering disikut kanan-kiri oleh lawan-lawan politiknya. Atau yah, begitulah peralihan dari anak-anak, remaja, dewasa, berbaik sangka lebih asyeeek bukan? Kurang dewasa saja.

Berikut beberapa diantara para netizen yang mengomentari kesan pertama doi muncul di depan publik tersebut:

"Anaknya Pakde Jokowi kok lucu semua wkwkwkw, Kaesang ganteng, si Gibran songong tapi songong lucu. wkwkwkw," ucap @Lisna_aa.

"#Attitude anak Jokowi, gak berwibawa, gaya rambut anak presiden kok gitu ya..." tulis pemilik akun @Treswahyudi.

Ingin ikut ngetweet juga? Kayaknya beritanya udah basi tuh cuy, kan para gembong narkoba sudah dieksekusi?

Yo wislah Jim, biarlah hak orang dengan gaya rambutnya dan gaya bicaranya yang seperti itu, mudah-mudahan itu sementara, doakan saja berubah. Yang pasti, kini dirikyu, sebagai anak Presiden Kampung Bengek di negeri antah berantah ingin Jokowi kembali berpihak kepada rakyat, ingin KPK lebih diberdayakan lagi dan hukuman mati diterapkan pula untuk para koruptor. Pinjem kata Mario Teguh: ITU! Oke cuy, dadaaaaa ...

Wednesday, April 29, 2015

Eksekusi Mati Tahap 2 Sudah, Tahap 3 Dan Seterusnya Khusus Untuk Koruptor?

Jadi gini cuy ceritanya yang ane dapat dari kompas.com ketika eksekusi mati tahap 2 baru dilakukan beberapa hari lalu, ketua MPR Zulkifli Hasan mengapresiasi langkah pemerintah yang mengeksekusi delapan orang terpidana mati kasus narkoba. Zulkifli meminta negara-negara sahabat memahami hukum di Indonesia jika ada warga negaranya yang dieksekusi.

Jadi kalau yang ente dengar Zulkifli meminta negara-negara sahabat untuk meminta hukum di Indonesia ditinjau kembali jika ada warga negaranya yang dieksekusi, itu sama sekali tidak benar. Ini kan masalah yang super serius, ketika anak bangsa sudah semakin di tengkokakkan hukum memang harus ditegakkan secara tegas. Jadi kesimpulannnya eksekusi mati tahapan ke-2 yang baru lalu itu yang memang kudu dilakukan, yo ra son?

Oke, tak hanya Zulkifli, kita semua menyadari bahwa kewenangan mencabut nyawa seseorang ada di tangan Tuhan. Tapi nyawa-nyawa yang berterbangan sebelumnya akibat narkoba ini, gimana hayo? Sudah tahu kan, itu yang namanya an eye for an eye atau qishas, hutang nyawa di bayar nyawa. Masalahnya setelah eksekusi mati tahapan 2 ini beranikah pemerintahan Jokowi melakukan yang ke 3 dan 4, tapi bukan kepada pengedar obat terlarang ini, tapi kepada para koruptor, gimana cuy tanggapan ente?

Zulkifli, Jokowi, atau siapa pun orang-orang yang perduli akan ini semua menganggap bahwa saat ini kondisi Indonesia sudah memasuki tahap gawat darurat narkoba. "Narkoba sudah masuk ke mana-mana, ke sekolah, DPR, kepala daerah, semua kalangan kena. Jadi, ini harus diperangi bersamaan," ujar Ketua Umum Partai Amanat Nasional ini seperti dikutip dari Kompas.com

Gimana pendapat ente, apakah hukuman mati tidak memberikan efek jera bagi pelaku peredaran obat-obatan terlarang? Kita tunggu saja, bagaimana setelah pelaksanaan eksekusi mati tahap 2 ini, apakah para jagoan pengedar dan penyelundup kian nekad? Apakah presiden Jokowi hanya adem-adem saja apalagi setelah KPK dilumpuhkan?

Seperti kita tahu delapan terpidana mati telah dieksekusi mati secara serentak di Nusakambangan, Jawa Tengah, Rabu pukul 00.25 WIB. Mereka adalah Myuran Sukumaran dan Andrew Chan (Australia), Martin Anderson (Ghana), Raheem A Salami, Sylvester Obiekwe, dan Okwudili Oyatanze (Nigeria), Rodrigo Gularte (Brasil), serta Zainal Abidin (Indonesia).

Ada satu yang tertunda, yaitu eksekusi terhadap terpidana mati asal Filipina, Mary Jane. Penundaan dilakukan karena Pemerintah Filipina membutuhkan kesaksian Mary Jane setelah tersangka perekrut Mary Jane, Maria Kristina Sergio, menyerahkan diri kepada kepolisian Filipina, kemarin. Oke, Jim, kita tunggu saja kabar selanjutnya, tapi yang paling seru jika Jokowi berani, setelah tahap 2 ini, melancarkan tahap 3 itu khusus untuk yang telah membunuh banyak rakyat Indonesia, yaitu para koruptor. Berani nggak ya? Oke mari sama-sama kita teriakkan, "Wani piro?!

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...