Blog kumpulan berita unik, lucu dan aneh di sini tempatnya. Apalagi? Tip-tip berguna yang disampaikan secara santai dan kocak, termasuk plesetan? Cerita hantu konyol? Monggo mas, monggo mbak ...
Showing posts with label berita seputar jokowi. Show all posts
Showing posts with label berita seputar jokowi. Show all posts

Sunday, May 17, 2015

Jokowi Presiden Boneka! Asyeeek ...

Jika Anda menganggap Jokowi presiden boneka mungkin iya, mungkin tidak. Iya, karena persepsi orang banyak mengatakan bahwa dia masih berada di bawah bayang-bayang Megawati. Tidak karena dia bisa menentukan sendiri kebijakannya walaupun berseberangan dengan keinginan partai pengusungnya.

Yang pasti negeri ini harus berubah dari yang sudah-sudah. Rakyat sudah gerah dengan ketimpangan di sana sini dan harapan kepada tokoh baru diluar status quo sudahlah tentu tercurah pada Jokowi. Tapi sayangnya dia masih presiden boneka. Ya, meskipun mungkin dia tidak seratus persen patuh pada kehendak partai politik. Meskipun apa titah Megawati harus selalu sejalan dengan pikirannya. Tapi dia masih susah memutuskan dalam banyak hal sebagaimana orang banyak mau. Korupsi yang perlu diberantas habis kini mengambang dan negeri ini tak jelas mau di bawa kemana.

Ini memang topik yang serius. Tapi sesuai dengan tema blog aneh gila topik ini tidak perlu terlalu serius, bukan? Mari kita rubah Jokowi sebagai presiden boneka sebagai pemberantas kemalangan dan kebodohan bangsa. Kita rubah beliau menjadi Ksatria Baja Ungu. Daripada ngomongin jelek dan menjadi pembenci beliau dan gemar mengutuk dan belum tentu yang mencemooh itu lebih baik dari yang mencemooh, mending kita rubah pakem yang biasa-biasa saja menjadi aneh gila. Asyeeek ...

Jadi setelah Jokowi diproklamirkan sebagai bukan presiden boneka dan telah berubah menjadi Ksatria Baja Ungu, beliau lompat dari panggung Monas dan berbaur dengan masyarakat dan terbang keangkasa memburu para mafia dan koruptor. Tapi karena capek blusukan dia nggak kuat terbang tinggi-tinggi dan hinggap di Nusakambangan. Setelah memberi pengarahan dan berkali-kali menolak grasi terpidana eksekusi mati, beliau pun kembali terbang. Beliau terbang ketemu dengan burung-burung yang mirip pimpinan KPK dan juga Polri. Burung-burung itu terbang menjauh darinya dan sepertinya menuju Kutub Utara.

Sementara itu di bawah sana, rakyat berteriak-teriak untuk memberi semacam spirit untuk Mr. Joko Widodo ini agar eksekusi mati itu juga diterapkan untuk para koruptor. Karena koruptor tak ubahnya seperti bandar atau pengedar narkoba. Mereka pelan-pelan membunuh orang banyak. Yang mestinya sehat jadi sakit, yang mestinya punya kerja jadi nganggur, yang mestinya bisa nyeberang jembatan jadi nyebarang kali. Yang perlu listrik hidup dalam kegelapan. Yang pengin bernafas lama jadi singkat hidupnya. Harapan inilah yang ingin mereka teriakkan ke negeri ini.

Tapi entahlah hingga postingan untuk blog aneh gila ini ditulis tidak diketahui pasti apakah Jokowi menyadari bahwa dia itu presiden boneka atau pendekar wayang golek. Dia masih terbang, kadang ke Solo, ke Papua. ke Beijing dan ke Bogor. Demi bangsa bro, demi perubahan bro. Demi apa ajalah. Tidak perlu bingung. Namanya juga blog Aneh Gila. Ingat, tidak perlu mengumpat kalau mau komentar, oke?

Saturday, May 16, 2015

Megawati Tidak Hadir Di Jambore Relawan Jokowi Bukan Karena INI

Menurut rumor ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tak akan hadir dalam kegiatan Jambore Komunitas Juang Relawan Jokowi. Kegiatan yang dilangsungkan selama tiga hari ini dilaksanakan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Itu bukan dikarenakan beliau sedang mengurus arisan ibu-ibu di tempat tinggalnya atau mengusulkan pengadaan gardu siskamling baru. Bukan. Itu sama sekali tidak betul!

Bukan pula sedang berada di Pekanbaru makan ikan patin bersama penduduk miskin di sana, Mega tidak hadir karena sedang berada di Bali. Dan mengenai ini bukan urusan ente. Ente tidak perlu pergi ke Bali dan jalan-jalan kesana kalau tidak punya uang. Mending nimbrung bersama relawan Jokowi. Pantauan di lokasi, ribuan relawan tampak memadati salah satu lapangan yang terdapat di kompleks Buperta tersebut.

Nah, sebagai informasi lebih lanjut, kelompok relawan yang hadir di antaranya berasal dari Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP), Relawan Merah Putih, Sekretariat Bersama, Kebangkitan Indonesia Baru, Kawan Jokowi dan Pospera.

Kesibukan Jokowi sebagai Presiden membuat dia tak dapat secara bebas menemui para relawan untuk menyerap pemikiran mereka.

Nah, sudah tahu kan, Megawati tidak bisa hadir di acara Jambore bersama relawan Jokowi selain karena beliau sedang berada di Bali, bukan juga karena:

  1. Kehabisan bensin
  2. Kehabisan pulsa
  3. Kehabisan makanan

Itu sama sekali tidak benar, dan sangat mengada-ada. Tidak pula patut dipercaya sebagai informasi lebih lanjut, bahwa kelompok relawan yang hadir di antaranya tidak hanya berasal dari Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP), Relawan Merah Putih, Sekretariat Bersama, Kebangkitan Indonesia Baru, Kawan Jokowi dan Pospera termasuk juga para Superhero seperti Iron Man, Wonder Woman maupun Ksatria Baja Ungu. Itu sungguh kekanak-kanakan.

Tidak juga karena kesibukan Jokowi sebagai Presiden membuat Megawati tak dapat secara bebas menemuinya untuk diskusi masalah siskamling baru atau pun mulai arisan baru ibu-ibu. Itu sungguh mengada-ada.

Saturday, May 2, 2015

Seharusnya Jokowi Bukan Presiden Boneka

Wajar sebagian masyarakat terutama yang anti padanya bilang Jokowi itu presiden boneka. Entah dia itu Pinokio, Si Unyil, Barbie Doll dsb. Kenapa? Pertama dia bukan pemimpin partai. Dia tidak punya kekuatan yang super duper untuk memimpin negeri, kedua, konsekuensi dari itu, dia harus rela menjadi petugas partai oleh partai pengusungnya yaitu PDI Perjuangan.

Hal yang lebih menjelaskan posisinya sebagai petugas partai, yaitu jika Megawati bilang A--dan meskipun kebetulan berseberangan dengan opini publik--dia harus bilang A, meskipun hati kecilnya yang merakyat mengatakan B, C dan seterusnya.Jokowi sebenarnya bukan presiden boneka jika dia mau, tapi risikonya besar. Dia ragu menciptakan sejarah menjadi orang kuat, meskipun didukung mayoritas rakyat Indonesia. Budaya kita adalah budaya santun, dia tidak ingin kita terpecah belah, meskipun untuk suatu perubahaan besar perlu pengorbanan.

jokowi presiden bonekaKelihatan sekarang, KPK dipecundangi, polisi lebih bebas "berkreasi", dan Jokowi seakan tidak berkutik, hanya menampakkan emosi tanpa aksi. Jokowi yang sudah resmi jadi presiden seakan tidak memanfaatkan kekuasaan itu untuk perubahaan yang diinginkan masyarakat. Padahal kalau mau dia bisa. Inilah konsestan adu nyali yang lebih mengerikan daripada menunggu tempat kramat dari jam 11 malam hingga subuh.

Jokowi presiden Indonesia, boneka yang galau yang terlalu berani berisiko dan terjebak dalam sistem, ironisnya kini malah berhadapan dengan banyak boneka. Mereka ada disegala lini kekuasaan dan sudah mendarah daging di sana. Para oportunitis yang mementingkan diri sendiri dan penggemar ABS dan AIS (Asal Bapak Senang dan Asal Ibu Senang). Orang-orang pintar yang banyak di teori di acara Talk Show Tivi dan suka memutar-mutar fakta menghabiskan banyak biaya dibanding di Arab sana yang langsung memotong tangan maling dan memenggal kepala pembunuh--bahasa halusnya adalah pengedar narkoba dan koruptor.

Jadi sekedar saran yang sama sekali bukan aneh gila, Pak Jokowi, sebagai seorang yang seharusnya bukan presiden boneka, Bapak perlu kembali lagi flashback ke panggung di Monas berorasi sebagai "orang kuat", atau pada saat Bapak di arak menuju Monas atau pada saat berjumpa dengan para sukarelawan dan rakyat yang kekuatannya itu melebihi kekuatan para elit dan status quo yang hanya memikirkan bagaimana menyelematkan assetnya. Saat itu segenap impian dan harapan masyarakat tertuju pada Anda. Jangan biarkan  kodok, kutu dan kecoa, dan terutama tikus dan buaya
bilang, "Wani Piro?"

Wednesday, April 29, 2015

Eksekusi Mati Tahap 2 Sudah, Tahap 3 Dan Seterusnya Khusus Untuk Koruptor?

Jadi gini cuy ceritanya yang ane dapat dari kompas.com ketika eksekusi mati tahap 2 baru dilakukan beberapa hari lalu, ketua MPR Zulkifli Hasan mengapresiasi langkah pemerintah yang mengeksekusi delapan orang terpidana mati kasus narkoba. Zulkifli meminta negara-negara sahabat memahami hukum di Indonesia jika ada warga negaranya yang dieksekusi.

Jadi kalau yang ente dengar Zulkifli meminta negara-negara sahabat untuk meminta hukum di Indonesia ditinjau kembali jika ada warga negaranya yang dieksekusi, itu sama sekali tidak benar. Ini kan masalah yang super serius, ketika anak bangsa sudah semakin di tengkokakkan hukum memang harus ditegakkan secara tegas. Jadi kesimpulannnya eksekusi mati tahapan ke-2 yang baru lalu itu yang memang kudu dilakukan, yo ra son?

Oke, tak hanya Zulkifli, kita semua menyadari bahwa kewenangan mencabut nyawa seseorang ada di tangan Tuhan. Tapi nyawa-nyawa yang berterbangan sebelumnya akibat narkoba ini, gimana hayo? Sudah tahu kan, itu yang namanya an eye for an eye atau qishas, hutang nyawa di bayar nyawa. Masalahnya setelah eksekusi mati tahapan 2 ini beranikah pemerintahan Jokowi melakukan yang ke 3 dan 4, tapi bukan kepada pengedar obat terlarang ini, tapi kepada para koruptor, gimana cuy tanggapan ente?

Zulkifli, Jokowi, atau siapa pun orang-orang yang perduli akan ini semua menganggap bahwa saat ini kondisi Indonesia sudah memasuki tahap gawat darurat narkoba. "Narkoba sudah masuk ke mana-mana, ke sekolah, DPR, kepala daerah, semua kalangan kena. Jadi, ini harus diperangi bersamaan," ujar Ketua Umum Partai Amanat Nasional ini seperti dikutip dari Kompas.com

Gimana pendapat ente, apakah hukuman mati tidak memberikan efek jera bagi pelaku peredaran obat-obatan terlarang? Kita tunggu saja, bagaimana setelah pelaksanaan eksekusi mati tahap 2 ini, apakah para jagoan pengedar dan penyelundup kian nekad? Apakah presiden Jokowi hanya adem-adem saja apalagi setelah KPK dilumpuhkan?

Seperti kita tahu delapan terpidana mati telah dieksekusi mati secara serentak di Nusakambangan, Jawa Tengah, Rabu pukul 00.25 WIB. Mereka adalah Myuran Sukumaran dan Andrew Chan (Australia), Martin Anderson (Ghana), Raheem A Salami, Sylvester Obiekwe, dan Okwudili Oyatanze (Nigeria), Rodrigo Gularte (Brasil), serta Zainal Abidin (Indonesia).

Ada satu yang tertunda, yaitu eksekusi terhadap terpidana mati asal Filipina, Mary Jane. Penundaan dilakukan karena Pemerintah Filipina membutuhkan kesaksian Mary Jane setelah tersangka perekrut Mary Jane, Maria Kristina Sergio, menyerahkan diri kepada kepolisian Filipina, kemarin. Oke, Jim, kita tunggu saja kabar selanjutnya, tapi yang paling seru jika Jokowi berani, setelah tahap 2 ini, melancarkan tahap 3 itu khusus untuk yang telah membunuh banyak rakyat Indonesia, yaitu para koruptor. Berani nggak ya? Oke mari sama-sama kita teriakkan, "Wani piro?!

Thursday, March 7, 2013

Berita Seputar Jokowi

Kabar apa yang lebih menarik selain berita seputar Jokowi? Tentang dukungan sebagai capres 2014 nanti atau tentang blusukan beliau yang selalu diikuti para kuli tinta? Apa pun itu pastinya merebak dimana-mana di Internet.

Mengingat krisis kepemimpinan di negeri ini sudah sedemikian parah, figur semacam Jokowi memang sangat didambakan. Berita seputar beliau selalu dicari, terutama hal-hal seputar inisiatif beliau untuk cepat menuntaskan masalah dan apa-apa yang tidak pernah dilakukan gubernur lain sebelumnya.

Gubernur Joko Widodo memang lain dari yang lain, karena tidak hanya beliau seorang yang sederhana tapi juga bukan orang yang suka putar-putar kata-kata tapi pelaksanaannya nol. Juga bukan tipe yang suka membangun pencitraan yang berlebihan. Karena lebih mengutamakan tindakan maka tak heran, berita seputar Jokowi selalu menarik untuk dicermati.

Simpati dan dukungan selalu datang untuk Jokowi saat lawan-lawan politiknya mengkritiknya. Bahkan itu berlanjut kepada usulan untuk mencalonkan beliau sebagai presiden pada pilpres 2014 nanti. Coba kita lihat seputar orang-orang yang berambisi jadi presiden yang menghiasi berita di media massa. Rhoma Irama misalnya, pantaskah dia jadi presiden. Sungguh "terlalu" kalau meremehkan dia. Kan dia raja, dengan sekelebat gitar saktinya saja dia bisa menyihir orang-orang untuk tumpah ruah bergoyang dangdut. Tapi apakah kita mau negara kita nantinya menjadi nation of dangdut?

Juga Farhat Abbas, bukankah dengan pocongnya yang disumpah, merupakan garansi teraneh dan gila yang pernah dilakukan calon presiden. Tapi, bayangkan, tentu tidak lucu seluruh pejabat saat disumpah harus pakai pakaian pocong, terus guwe harus bilang waw gitu?

Yang pasti Jokowi tidak pernah mengajukan diri sebagai presiden. Berita seputar itu biarlah dihembus oleh angin malam, angin bahorok, atau angin puting beliung, asal jangan angin yang keluar dari pantat. Busyet, baca apa kentut ...

Omong-omong, pernah dengar belum certa tentang tong kosong bunyinya nyaring? Alkisah tong-tong itu bernyanyi tentang janji-janji muluk yang melenakan orang yang mendengarnya. Saking merdunya janji-janji itu orang-orang pada terbuai dan tertidur pulas. Lantas muncullah Robinhood yang mencuri secuil dana negara, ya sekian milyarlah dari APBD, APBN. Saat berita seputar itu dihembuskan orang-orang pada tertidur, dari presiden hingga rakyat jelata. Saat mereka bangun, Jokowi tak terlihat dari keramaian. Ternyata pagi-pagi dia mengecek tong kosong itu ke keluharan, kecamatan, walikota.. Nggak ada apa-apa! Iyalah namanya juga kosong. Terus kemana Robinhoodnya?

Emang gue pikirin. Mungkin saja dia sedang mencari berita seputar Jokowi 

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...